oleh

PIER Universitas Paramadina Selenggarakan Pelatihan Guru Untuk Pendidikan Demokrasi

Bogor – Paramadina Institute for Education Reform (PIER) Universitas Paramadina Jakarta bekerjasama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman, Kemendagri, dan Dinas Pendidikan Kota Bogor kembali menyelenggarakan Pelatihan Guru untuk Pendidikan Demokrasi di Kota Bogor. Kegiatan serupa pernah dilakukan di Bogor pada tahun 2017. Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, pelatihan kali ini diselenggarakan secara online.

Pelatihan direncanakan akan berlangsung selama tiga hari. Dari tanggal 24 – 26 Maret 2021. Pelatihan secara resmi acara telah dibuka pada Rabu pukul 08.00 pagi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Dani Rahadian, S.T.,M, di hotel Salak Heritage Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Dani berterima kasih kepada PIER Universitas paramadina dan KAS yang kembali mengajak Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk bermitra kembali dalam kegiatan tersebut. Dani juga memberikan pesan kepada para guru peserta agar sungguh-sungguh mengikuti acara ini. Menurutnya, acara ini cukup langka, dan hanya 30 orang guru yang diikutkan dari ribuan guru yang ada di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Baca Juga  Para Intelektual NU Jawa Timur Menilai, Umat Islam Ditakuti dengan HTI, Wahabi, dan Radikalisme

Selain perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, pembukaan juga dihadiri oleh Ari Dharma Stauss, yang mewakili KAS dan Direktur eksekutif PIER Universitas Paramadina, Djayadi Hanan, Ph.D

Dalam sambutannya, Djayadi Hanan menyampiakan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini yang antara lain dalam rangka mengenalkan prinsip dan nilai-nilai demokrasi kepada siswa melalui para guru yang ikut pelatihan ini. “Demokrasi sebagai sebuah pengetahuan mungkin telah sama-sama kita pahami, namun mengajarkan demokrasi dengan cara yang demokratis, barangkali masih belum berjalan secara ideal, inilah antara lain yang menjadi pokok perhatian dari program ini” demikian ujung dari sambutan Djayadi Hanan.

Baca Juga  Perpanjangan PPKM Mikro Menjadi Antisipasi Kedaruratan Covid-19

Sementara itu, Ari Dharma Stauss lebih banyak mengenalkan tentang Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan komitmen KAS terhadap pengembangan isu demokrasi, Hak Azasi Manusia, penegakan hukum, dan lain-lain. KAS banyak menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga yang memiliki visi yang sama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kerja sama KAS dengan PIER telah berlangsung sejak 2007.

Pelatihan ini diikuti 30 orang peserta. Terdiri atas guru pengampu mata pelajaran Agama, Sejarah/IPS, dan PKN. Peserta berasal dari sekolah Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bogor. Peserta direkrut dan diberi mandat oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Baca Juga  Diskusi SMSI bersama BPKN RI, Konsumen Harus Cerdas dan Kritis serta Memahami Hak dan Kewajiban

Narasumber pelatihan ini berasal dari kalangan aktivis pendidikan dan akademisi, antara lain, Djayadi Hanan, pengamat politik dan direktur PIER Universitas Paramadina. Danang Binuko, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, selanjutnya ada, Fajar Nusahid, Direktur LP3ES, Mohammad Abduhzen pengamat Pendidikan, Hilal Tri anwari Sekretaris PIER Universitas Paramadina dan Umar Abdullah, dosen Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang. (*/red)

News Feed